Putri Pariwisata Harus
Menguasai Kebudayaan Lokal
Cukup berat persyaratan yang ditetapkan penyelenggara untuk bisa lolos menjadi Putri Pariwisata Indonesia (PPI-Miss Tourism Indonesia) tahun 2008. Buktinya, sejak penjurian dilakukan mulai di tingkat daerah, calon sudah harus menunjukkan kemampuan yang prima dalam penguasaan kebudayaan lokal daerah. Minimal setiap calon Putri Pariwisata Indonesia harus menguasai 40 persen kebudayaan daerah asalnya.
Selain itu, calon PPI juga harus memiliki pengetahuan tentang pariwisata yang mengambil porsi penilaian 30 persen, kemudian penilaian tentang kecantikan, kecerdasan, dan penampilan mengambil porsi 30 persen. Tinggi badan calon peserta pun sudah ditetapkan minimal 165 cm.
Persyaratan yang tidak ditulis juga masih ada, yakni para peserta pemilihan PPI tidak boleh mengenakan bikini.
"Pokoknya no bikini," ujar KRT Fathul Bahri, MSi, Direktur Promosi Dalam Negeri Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, dalam jumpa pers persiapan seleksi PPI di The Batavia Hotel, Jakarta Barat, Rabu (7/5).
Menurut Johnnie Sugiarto, selaku pendiri dan pemilik Yayasan El John yang ditunjuk sebagai country director yang berhak menyeleksi dan mengirim Miss Tourism Indonesia ke pemilihan Miss Tourism International, pendaftaran sudah dibuka sejak bulan lalu dan minat remaja putri mengikuti kegiatan lomba itu menggembirakan sekali. "Hingga kini sudah tercatat 300 lebih peserta dari berbagai daerah siap mengikuti pemilihan Putri Pariwisata Indonesia di Jakarta," ujar Johnnie Sugiarto.
Mantan wartawan Berita Ekspres-pernah terbit di Palembang, Sumatera Selatan-itu juga menyebutkan, seleksi terhadap para calon PPI dilakukan berjenjang, mulai dari seleksi tingkat daerah (provinsi) yang tim penilainya terdiri dari praktisi kepariwisataan daerah peserta.
Dari penjurian tingkat daerah akan diperoleh seorang pemenang. Jadi, jika semua provinsi mengikuti ajang lomba ini, akan diketahui lebih dari 30 peserta yang nanti akan dikirim ke Jakarta untuk mengikuti seleksi tingkat nasional. Tim juri tingkat nasional ada tujuh orang yang keseluruhannya ditetapkan oleh pihak Yayasan El John.
Ketatnya penilaian terhadap para calon PPI semata-mata untuk memastikan bahwa yang terpilih sebagai Putri Pariwisata Indonesia nanti adalah sosok yang memiliki kecakapan lengkap. Tidak saja cakap dalam mempromosikan kebudayaan dan kepariwisataan Indonesia di mancanegara, tetapi juga cakap dalam menceritakan kebudayaan lokal yang kini menjadi unggulan daerah. "Itulah sebabnya, slogan pemilihan Putri Pariwisata Indonesia tahun ini adalah Bring Indonesia Culture to The World. Slogan itu penting karena hasil akhir dari kegiatan pemilihan putri pariwisata adalah untuk mendukung program pemerintah (Depbudpar) yang tahun ini mencanangkan kegiatan tahun kunjungan wisata atau Visit Indonesia Year 2008 dengan target 7 juta wisatawan mancanegara," tutur Johnnie.
Fathul Bahri juga sependapat bahwa ajang pemilihan Putri Pariwisata Indonesia yang digelar Yayasan El John akan sangat besar pengaruhnya dalam menyukseskan pelaksanaan Visit Indonesia Year 2008. "Program ini setidaknya akan memicu peningkatan kegiatan kepariwisataan di daerah-daerah," ujar Fathul Bahri.
Dukungan Batavia Hotel
Kepada wartawan, Johnnie Sugiarto yang juga menjabat Ketua Kadin Provinsi Bangka Belitung mengatakan bahwa pemilihan PPI 2008 ini mendapat dukungan penuh dari pihak The Batavia Hotel, sebuah hotel bintang empat yang lokasinya sangat strategis di sentra Kota Tua Jakarta.
Para finalis PPI nantinya akan dikarantina di hotel berlantai 7 itu selama 10 hari penuh.
Semula grand final pemilihan PPI direncanakan hari Sabtu, 5 Juli mendatang. Namun, karena penyesuaian acara dengan penayangan langsung grand final di Metro TV, maka grand final PPI 2008 baru akan dilaksanakan Sabtu, 12 Juli 2008.
Hak-hak istimewa yang diberikan kepada Putri Pariwisata Indonesia 2008 juga cukup beragam. Di antaranya, selama satu tahun penuh sang putri harus cuti kuliah atau kerja karena harus mengemban berbagai tugas, baik dalam bentuk kegiatan sosial maupun mempromosikan kebudayaan dan potensi pariwisata Indonesia yang sudah diprogramkan Yayasan El John Indonesia.
Sebagai kompensasinya, panitia akan memberikan kepada Putri Pariwisata Indonesia honor tetap sebesar Rp 3 juta per bulan ditambah berbagai fasilitas serta privilese dari para sponsor.
Ketika ditanya wartawan apakah honor bulanan tersebut tidak relatif kecil jika dibandingkan dengan tuntutan kebutuhan Sang Putri Pariwisata yang besar, Johnnie Sugiarto menjelaskan bahwa honor itu sudah disesuaikan dengan situasi pasar saat ini. "Besaran honor Rp 3 juta per bulan itu malah sudah lebih baik ketimbang nilai honor yang diterimakan pada ajang pemilihan putri-putri lainnya. Bisa dicek, kami memberikan yang terbaik, kok," ujar Johnnie meyakinkan.
Johnnie sangat berharap, pemilihan PPI 2008 akan dapat membantu mendorong masyarakat untuk terus mempertahankan dan melestarikan kebudayaan Indonesia yang sangat kaya dan beragam.
"Jangan sampai pengetahuan apalagi kecintaan generasi muda makin jauh dan bahkan tidak mengenal kebudayaan negara kita yang begitu dikagumi oleh dunia internasional," ujarnya.
"Kami yakin, dengan mempergunakan kekuatan kebudayaan kita yang sangat beragam itu, mampu mendorong tarcapainya target kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya yang ditargetkan 7 juta orang di Visit Indonesia Year (VIY) 2008 ini," kata Johnnie.
Promosi pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2008 juga melibatkan artis Ayu Azhari. Kepada wartawan artis peraih beberapa Piala Citra Festival Film Indonesia itu berjanji akan bekerja keras membantu menyukseskan program menghidupkan kepariwisataan Indonesia yang kini dicanangkan El John di bawah kepemimpinan Johnnie Sugiarto.
"Saya juga berjanji akan aktif mempromosikan ajang pemilihan PPI ini ke seluruh Indonesia, sekalian mengajak masyarakat mempromosikan kebudayaan Indonesia,"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar